Sunday, January 20, 2019


Logam untuk Kemasan/ packaging?...

Apa itu Logam?...

  • Logam adalah elemen kimia yang mempunyai kilau metalik dan dalam elektrolisis membawa muatan positif yang   dilepaskan pada katoda
  • Non logam adalah elemen yang tidak mempunyai kilau metalik dan dalam elektrolisis non metal membawa muatan negatif yang dilepaskan pada anoda.


Karakter fisika

  1. Koefisien pemuaian linear : penambahan ukuran pada objek ketika di berikan kenaikan temperatur
  2. Konduktivitas elektrik dan panas : kemampuan material untuk mengonduksi atau mentransfer panas atau listrik
  3. Kerentanan magnetis : kemampuan dari material untuk menahan medan magnet ketika diberikan magnet
  4. Reflektifitas : kemampuan dari material untuk merefleksikan cahaya atau panas
  5. Grafitasi spesifik : rasio berat dari dua objek yang sama volumenya, dan salah satunya adalah air
  6. Titik leleh : temperetaur ketika sebuah substansi melewati bentuk padat menjadi cair

Karakter mekanis

  1. Kekuatan material : sifat ketahanan dari beban luar atau tekanan tanpa merusak struktur
  2. Elastisitas : kemampuan dari material untuk kembali menjadi ukuran,bentuk dan dimensi semula setelah berubah bentuk
  3. Modulus elastisitas : rasio dari tegangan dan regangan yang dihasilkan
  4. Daktilitas : kapasitas dari material untuk ditarik atau dirgangkan saaat beban tegangan dan secara permanen berubah bentuk tanpa pecah atau patah
  5. Sifat lunak : sifat logam untuk dirubah bentuk atau ditekan tanpa pecah atau rusak
  6. Plastisitas : kemampuan dari logam untuk dirubah bentuknya secara luas tanpa pecah
  7. Kekerasan : kekuatan dari material untuk menolak pemasukan/penembusan dan penggunaan oleh material lain
  8. Ketahanan korosif : ketahanan dari termakan atau tergunakan oleh atmosfer,kelembaban atau cairan lainnya seperti asam.
  9. Ketahanan gesek : ketahanan dari gesekan
  10. Masinibilitas : kemudahan dari material ketika masuk kedalam mesin

Komposisi kimia baja

  • Besi
  • Karbon
  • Krom
  • Nikel
  • Molybdenum



Pengujian material – pengujian mekanis

  • Tensile test : menguji kekuatan dan elastisitas dari material
  • Impact test : pengujian untuk menentukan kecendrungan dari material untuk menunjukan reaksi dalam cara rapuh
  •  Fracture toughness test : indikasi dari jumlah tekanan yang dibutuhkan untuk memperbanyak cacat

Bahan logam untuk kemasan

  • Kaleng tin plate
  • Kaleng alumunium
  •  Alumunium foil

Pemilihan logam untuk kemasan

  • .       Sifat korosif logam terhadap produk
  • .       Sifat keasaman makanan
  • .       Sifat korosif
  • .       Kekuatan material terhadap tekanan dalam dan vakum
  • .       Ukuran kemasan
  • .       Kemudahan untuk dipadukan dengan logam lain

Plat timah (tin plate) adalah lemaran baja yang dilapisi dengan lapisan timah

1.       Ciri fisik
a.       Lembaran atau gulungan baja berkarbon rendah dengan ketebalahn 0.15-0.5mm
b.      Lapisan timah putih dengan 1-1.25% dari berat kaleng
2.       Ciri plat timah terhadap bahan makanan dan karat
a.       Daya tahan terhadap reaksi reaksi dengan bahan pangan yang dikemasnya lebih lambat dari baja
b.      Kaleng dengan lapisan timah tebal digunakan untuk mengalengkan bahan makanan yang mempunyai daya korosif tinggi

Pembuatan tinplate bisa dengan metode elektrolisa atau hot dipping

(+)(-)
1.      (+) : mengkilap,kuat,tahan karat dan dapat disolder
2.   (-) : beraksi dengan makanan yang mengandung sulfur (cara mengatasinya dilapisi dengan krom setebal 1-2 mg/m2)

Tin free steel chromium type (tfs-ct) adalah lembaran baja yang dilapisi kromium secara elektris dan membentuk kromium oksida diseluruh permukaannya
Mempunyai keunggulan harga murah dan daya adhesi terhadap bahan organik baik dan kelemahannya adalah peluang berkaratnya lebih tinggi
Plat dan foil alumunium

(+) alumunium
  • .       Lebih ringan dari baja
  • .       Mudah dibentuk
  • .       Tidak berasa
  • .       Tidak berbau
  • .       Tidak beracun
  • .       Kedap udara dan uap air
  • .       Konduktivitas panas yang baik dan dapat didaur ulang


(-) alumunium
  • .       Kekuatan kurang baik
  • .       Sulit disolder
  • .       Harganya lebih mahal dibanding jenis kemasan lai
  • .       Mudah mengalami perkaratan sehingga harus diberi lapisan tambahan

Campuran untuk kemasan alumunium adalah alumunium,tembaga,magnesium,mangan,chromium, seng

Alumunium foil adalah lembaran logam yang sangat tiis dan mempunyai ketebalan <0.15mm. ketebalan alumunium foil menentukan aplikasi dari material ini

  • .       0.0375mm tidak dapat dilalui uap ais
  • .       0.009mm lapisan untuk susu dan makanan ringan
  • .       0.05mm digunakan untuk tutup botol multitrip

Sifat

  • .       Hermetis (tahan terhadap uap dan gas)
  • .       Fleksibel
  • .       Tidak tembus cahaya

Kombinasi alumunium foil untuk kemasan : retort pouch dan composite can
Tinta enamel : tinta yang memberikan tampilan opaque,keras dan mengkilap. Mempunyai dua tipe yaitu oil base dan water base
  • Oil base : mempunyai nama lain alkyd-based enamel color. Membutuhkan waktu yang lama untuk menering dan hasilnya adalah tampilan yang kasar atau keras. Mempunyai aroma seperti solvent
  • Water base : mempunyai nama lain latex atau akrilik. membutuhkan waktu yang lebih sedikit untuk mengering dibandingkan dengan oil based. Mudah untuk terbilas.

Jenisnya :
  1. Epoksi fenolik : tahan asam dan tahan terhadap panas. Dapat mencegah sulfur staining pada daging,ikan,sayur. Digunakan untuk mengalengkan ikan,daging,buah,sayur.
  2. Komponen vinil : daya adhesi dan fleksibilitas tinggi, tahan asam dan basa, tidak tahan suhu tinggi pada proses sterilisasi. Digunakan untuk bir,juice buah dan minuman karbonasi
  3. Phenolic lacquers: pelapis tahan asam dan komponen sulfida. Digunakan untuk pelapis kemasan pada produk daging,ikan,buah,sup dan sayuran.
  4. Butadine lacquers : dapat mencega kehilangan warna dan tahan terhadap panas tnggi. Penggunaan untuk pelapis kemasna bir dan minuman ringan
  5. Epoxy amine lacquers : pelapis yang mempunya daya adhesi yang baik ,tahan terhadap panas dan absrasi fleksible dan tidak menimbulkan perubahan rasa pada isi kemasan
  6. Alkyd lacquers: pelapis yang digunakan untuk pelapis luar kemasan

Tahap proses pengalengan makanan

  1. Pembersihan dan persiapan bahan baku
  2. Blansing dengan cara mencelupkan kedalam air mendidih atau menggunakan uap panas untuk menonaktifkan enzim,menghilangkan gelembung udara yang terperangkap dalam bahan sehingga memudahkan proses pengisian dan memudahkan proses sterilisasi
  3. Pengisian bahan makanan (untuk sayuran diberikanlarutan garam untuk buah ditambahkan sirup gula. Ditambah setinggi 1cm yang bertujuan untuk membentuk keadaan vakum)
  4. Penutupan
  5. Sterilisasi

Kerusakan makanan


  • .     Hydrogen swell disebabkan oleh meningkatnya keasaman bahan pangan, meningkatnya suhu penyimpanan, ketidak sempurnaan pelapisan bagian dalam kaleng,proses exhausting tidak sempurna,terdapatnya komponen terlaurt dari sulfur dan fosfat
  • .        Kerusakan makanan kaleng karena interaksi makanan dengan material kaleng dapat berupa :

a.       Perubahan warna dari bagian dalam kaleng
b.      Perubahan warna makanan yang dikemas
c.       Off-flavour pada makanan yang dikemas
d.      Kekeruhan pada sirup
e.      Perkaratan atau terbentuknya lubang pada logam
f.        Kehilangan zat gizi

Pembuatan kaleng


Tipe kaleng : one piece can, two piece can, three piece can

One piece can

  1. .       Proses pembuatannya di ekstrusi
  2. .       Tidak menggunakan las
  3. .       Sering digunakan untuk semprotan dan cat


  1. Proses pembuatan
  2. Punching
  3. Impact extrusion
  4. Trimming
  5. Washing and drying
  6. Coating
  7.  Heat drying
  8.  Heat drying
  9. Roller printing
  10. Drying
  11. Swagging
  12. Testing
  13. Packaging


Proses pembuatan Two piece can

  1. Uncoiler : melepas gulungan untuk masuk ke cupping press
  2. Cupping press : membentuk cup dari gulungan 
  3. Redraw press : pembentukan tubuh kaleng dan dasar kaleng
  4. Heat setting oven : menghilangkan distorsi dari lapisan pe menggunakan panas
  5. Trimmer : memotong bagian atas untuk mendapatkan tinggi yg dibutuhkan
  6.  Printer : mencetak desain pada luaran kaleng
  7. Curing oven : meluruskan kaleng dan mengeringkan tinta
  8. Necker flanger : menyempetikan bukaan untuk membentuk bahu
  9. Interior and exterior inspection machine : memeriksa kecacatan pada bagian dalam dan luar kaleng
  10. 10.   Palletizer : menempatkan kaleng yang sudah jadi keatas palet

Proses pembuatan three piece can

  1. Material mentah
  2. Dipotong menjadi lembaran
  3. Lacquer
  4. Heating
  5.  Slitting
  6.  Rolling
  7. Welding
  8. Spray and curing
  9. Flanging,seaming,side wall beading
  10. Testing
  11. Packaging 


No comments:

Post a Comment